Pengkajian Keamanan Lingkungan Produk Rekayasa Genetik Vaksin Vectormune®HVT-NDV

Vaksin Vectormune® HVT-NDV adalah vaksin untuk pengendalian dan penanggulangan penyakit Marek’s Disease (MD) dan Newcastle Disease (ND) yang virulen pada ayam. Vaksin ini diproduksi oleh Ceva Biomune Veterinary Biologicals Co., USA, yang akan diedarkan oleh PT Ceva Animal Health Indonesia. Kandungan vaksin ini adalah virus HVT-ND yang merupakan jasad renik PRG virus Herpesvirus of Turkey (HVT) strain FC-126 yang disisipi gen F virus ND strain D-26.

Virus HVT-ND digunakan sebagai master seed vaksin PRG Vectormune® HVT-NDV yang telah terdaftar dan memperoleh Certificate of Free Sale di berbagai negara seperti Amerika Serikat (2007), Peru (2008), Bolivia (2010), Brazil (2010), Kolombia (2010), Meksiko (2010), Thailand (2010), Ekuador (2011), Filipina (2011), Libanon (2011), Mauritus (2011), Rusia (2011), Yordania (2011), Argentina (2012), Bangladesh (2012), Honduras (2012), Kostarika (2012), Kuwait (2012), Malaysia (2012), Maroko (2012), Mesir (2012), Panama (2012), Tunisia (2012), Turki (2012), Ukraina (2012), Venezuela (2012), Afrika Utara (2013), Algeria (2013), El Salvador (2013), Guatemala (2013), Vietnam (2015).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 25 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Risiko Lingkungan Produk Rekayasa Genetik, maka Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (TTKH PRG) telah melakukan pengkajian keamanan lingkungan vaksin PRG Vectormune® HVT- NDV. Pengkajian dilaksanakan dengan menggunakan dokumen yang disediakan PT Ceva Animal Health Indonesia yang antara lain berisi informasi genetik dan informasi keamanan lingkungan yang terdiri atas hospes alami dari tetua jasad renik PRG, sifat genetik yang direkayasa, stabilitas genetik jasad renik PRG, kemampuan penyebaran jasad renik, dan kemungkinan menimbulkan risiko terhadap lingkungan, sebagaimana diuraikan di bawah ini.

Ringkasan Pengkajian Keamanan Lingkungan Produk Rekayasa Genetik Vaksin Vectormune®HVT-NDV

I. Informasi Jasad Renik PRG
II.1 Deskripsi Umum Jasad Renik PRG
Jasad renik PRG yang digunakan untuk memproduksi vaksin Vectormune® HVT-NDV adalah virus Herpesvirus of Turkey (HVT) strain FC-126 sebagai inang yang disisipi gen F virus Newcastle Disease (ND) strain D-26 sebagai gen donor (Esaki and Yasuda, 2015).

II.2 Informasi Sifat Genetik Jasad Renik

Tetua jasad renik PRG adalah virus HVT strain FC-126, bersifat tidak patogen (tidak mampu menyebabkan sakit) pada ayam namun sebaliknya dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit Marek. Sebagai donor gen F adalah virus ND strain D- 26, yang termasuk dalam strain lentogenik. Gen F disisipkan di antara untranslated region UL-45 dan UL-46 virus HVT, sehingga manipulasi ini tidak menghilangkan atau menginaktivasi virus HVT. Jumlah kopi gen yang disisipkan sebanyak satu gen F (Esaki and Yasuda, 2015). Gen F menyandi protein F yang merupakan glikoprotein permukaan virus ND. Fungsi protein F ini adalah bertanggungjawab pada perlekatan/fusi dengan sel hospes, sehingga protein F ini dapat menginduksi pembentukan antibodi netralisasi (Esaki and Yasuda, 2015). Secara detil sekuen gen F virus ND strain D-26 ini dapat dilihat dari Gen Bank www.ncbi.nlh.nih.gov/genbank/ dengan nomor akses M24692.1.

Master seed virus rekombinan HVT-ND telah diuji stabilitas genetiknya secara in vitro pada Chicken Embryo Fibroblast (CEF) sebanyak 7x pasase dan secara in vivo sebanyak 7x pasase balik pada ayam Specific Pathogen Free (SPF). Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa secara genetik master seed virus rekombinan HVT-ND bersifat stabil. Hal ini dapat terlihat dari data pengujian yang tercantum dalam laporan “Back Passage : Genetic Stability and Safety of Marek’s Disease-Newcastle Disease, Serotype 3, Live Marek’s Disease Vector” (Ceva Biomune, 2001a).

II.3 Metode Konstruksi Genetik

Elemen DNA ekstra genus (gen F dan promoternya) diinsersi ke dalam genom HVT yang terletak di antara UL45 dan UL46. Fragmen gen F sebesar 1680 pasang basa dari virus ND strain D-26 diperbanyak dengan menggunakan PCR (Sato et al.,1987). Untuk mengekspresikan gen F digunakan promoter Pec yang diinsersikan upstream gen F. Promoter Pec merupakan rekombinasi dari sekuen enhancer Cytomegalovirus (CMV) immediate early (IE) promoter dengan sekuen inti chicken beta-actin promoter. Konstruksi plasmid insersi disusun dengan menyisipkan promoter Pec, fragmen gen F dan fragmen sekuen polyA ke dalam plasmid p45/46Sfi sehingga menjadi plasmid p45/46-PecF. Rekombinan virus HVT-ND diperoleh melalui ko-transfeksi antara virus HVT dengan plasmid p45/46-PecF ke dalam CEF (Esaki and Yasuda, 2015).

II.4 Karakter Modifikasi Genetik

Virus rekombinan HVT-ND adalah virus Herpesvirus of Turkey (HVT) strain FC-126 yang disisipi gen F virus Newcastle Disease (ND) strain D-26. Modifikasi genetik tersebut tidak mempengaruhi virulensi virus tetuanya (HVT) bahkan dapat mengekspresi protein F yang berfungsi untuk memproteksi terhadap infeksi ND. Virus rekombinan HVT-ND bersifat stabil setelah pasase secara in vitro pada biakan CEF dan secara in vivo pada ayam SPF masing-masing sebanyak 7X.

II.5 Kemungkinan terjadinya gen yang disisipkan pada jasad renik PRG untuk vaksin hewan dipindahkan ke organisme lain.

Gen F yang disisipkan ke dalam virus rekombinan HVT-ND bersifat stabil sesuai dengan uraian pada butir II.2 dan II.4. Untuk mengetahui kemungkinan pemindahan gen donor (gen F) ke organisme lain telah dilakukan analisis BLAST nukleotida dari gen F virus ND strain D-26 dengan nomor akses M24692.1. Hasil analisis menunjukkan bahwa gen F tersebut tidak homolog dengan sekuen gen organisme lain oleh karena itu pemindahan gen ke organisme lain tidak dimungkinkan.

II.6 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengkajian dokumen informasi genetik dapat disimpulkan bahwa :

  1. Gen interes (gen F dari virus ND) yang disisipkan dalam virus HVT dapat diekspresikan dengan baik. Ekspresi protein heterolog ini tidak mengubah sifat virulensi HVT bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit Marek

    dan ND.

  2. Virus rekombinan HVT-ND mengandung satu kopi gen F yang bersifat stabil

    secara genotipe.

  3. Tidak ada kemungkinan penyebaran/pemindahan Gen F yang disisipkan dalam

    jasad renik PRG (HVT-ND) ke organisme lain.

II. Informasi Keamanan Lingkungan
III.1 Kemampuan Penyebaran Jasad Renik
Jasad renik PRG dalam Vectormune® HVT-NDV mempunyai sifat yang sama dengan virus HVT tetuanya yaitu tidak patogen dan tidak diekskresikan dalam ekskreta hewan sehingga tidak menimbulkan kemungkinan risiko terhadap lingkungan (Yu X. et al., 2014).

III.2 Informasi Cakupan Inang OrganismeTetua Virus PRG untuk Vaksin.

Tetua virus PRG HVT-ND adalah virus HVT strain FC-126 yang termasuk dalam family Herpesviridae dan subfamily Alphaherpesvirus. Inang alami tetua HVT adalah kalkun (Calnek and Witter, 1991).

III.3 Informasi Kajian Molekuler

Sifat genetik yang direkayasa adalah penyisipan gen F virus ND ke dalam virus HVT pada posisi antara UL 45 dan UL46. Penyisipan ini tidak mengubah sifat virulensi HVT bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit Marek dan ND. Virus rekombinan HVT-ND mengandung satu kopi gen F yang bersifat stabil secara genotipe dan fenotipe, serta tidak ada kemungkinan penyebaran/pemindahan gen F yang

disisipkan dalam jasad renik PRG (HVT-ND) ke organisme lain sehingga aman terhadap lingkungan.
Modifikasi genetik dapat dianalisis dengan salah satu dari metode PCR, sekuensing dan Southern blot. Sedangkan fenotipe dari jasad renik rekombinan HVT-ND ini dapat dicirikan dengan Western Blot atau Black Plaque Assay.

III.4 Kemungkinan dampak negative jasad renik PRG vaksin terhadap lingkungan

Hasil analisis BLAST nukleotida dari gen F tidak ditemukan homologi sekuen genom organisme lain, sehingga tidak ada kemungkinan transfer gen ke organisme lain (Gen Bank, 2013). Vaksin PRG Vectormune® HVT-NDV tidak membentuk spora karena tetua dari vaksin ini adalah termasuk dalam golongan virus (Calnek and Witter, 1991). Virus PRG HVT-ND tidak diekskresikan dari hewan yang divaksin sehingga tidak berpotensi menyebar ke hewan non target sehingga tidak ada kemungkinan risiko terhadap lingkungan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengkajian dokumen yang tersedia disimpulkan bahwa:

  1. Vaksin Vectormune® HVT-NDV bersifat aman terhadap lingkungan karena ayam yang divaksin tidak berisiko menyebarkan jasad renik tersebut ke lingkungan. Hal ini karena jasad renik PRG dalam sediaan vaksin Vectormune® HVT-NDV tidak

    diekskresikan dari ayam yang divaksin ke lingkungan.

  2. Genotipe dan fenotipe jasad renik PRG dalam vaksin Vectormune® HVT-NDV

    bersifat stabil;

  3. TTKH PRG Bidang Keamanan Lingkungan menilai bahwa vaksin Vectormune® HVT-

    NDV yang diajukan adalah aman terhadap lingkungan. Apabila kemudian ditemukan data dan informasi baru yang tidak sesuai dengan data keamanan lingkungan yang diperoleh hingga saat ini, maka status aman lingkungan terhadap vaksin Vectormune® HVT-NDV perlu dikaji ulang. Apabila setelah ditetapkan aman lingkungan, kemudian produk tersebut terbukti menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dan hewan serta lingkungan maka pemohon wajib melakukan

tindakan pengendalian dan penanggulangan serta memusnahkan vaksin

Vectormune® HVT-NDV yang berada di wilayah teritori Indonesia.
d. Vaksin Vectormune® HVT-NDV tidak boleh digunakan sebagai vaksin ayam sampai

memperoleh ijin aman lingkungan.

Pustaka

  1. 1  Calnek B.W dan Witter R.L. 1991. Marek’s Disease In Disease Of Poultry. 9th Ed. Iowa State University Press, Ames, Iowa, USA. 369- 413.
  2. 2  Ceva Biomune. 2001. Report 300. Master Seed Virus Testing of Marek’s Disease-Newcastle Disease Vaccine, Serotypes 3, Live Virus, Live Marek’s Disease Vector.
  3. 3  Ceva Biomune. 2001a. Report 302. Backpassage: Genetic Stability and Safety of Marek’s Disease-Newcastle Disease Vaccine, Serotypes 3, Live Virus, Live Marek’s Disease Vector.
  4. 4  Esaki and Yasuda, 2015, Construction of Marek’s Disease-Newcastle Disease Vaccine, Serotype 3, Live Marek’s Disease Vector. Ceva Japan KK.
  5. 5  Gen Bank. 2013. Basic Local Alignment Search Tool. National Center for Biotechnology Information. US. National Library of Medicine.
  6. 6  Sato H. et al. 1987. Molecular Cloning and Nucleotide Sequence of P,

    M and F Genes of Newcastle Disease virus Avirulent Strain D26. Virus

    Research. 7. 241-255. Elsevier.

  7. 7  Yu X. et al. 2014. A Safety Assessment of a Turkey Herpesvirus vector

    Newcastle Disease Vaccine in Chickens. Journal of Animal and Veterinary Advances 13 (14): 897-900.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.