Training Workshop Identifikasi dan Penanganan Produk Rekayasa Genetika (PRG) untuk Karantina

Kementerian Lingkungan Hidup (Asdep Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan) telah menyelenggarakan Training Workshop Identifikasi dan Penanganan Produk Rekayasa Genetik (PRG) untuk Karantina. Acara ini diadakan di SwissBell Hotel, Mangga Besar, Jalan Kartini Raya No. 57 Jakarta pada tanggal 18-19 September 2012. Training workshop ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan terkait deteksi, identifikasi dan penanganan PRG di pintu masuk.

Dalam Training Workshop ini mengundang beberapa narasumber yaitu dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala Badan POM, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Karantina Ikan, Prof. Ris. Dr. Bahagiawati Amir Husin (BB Biogen). Peserta Training Workshop adalah staf pengawasan pada Institusi Karantina di pelabuhan udara dan laut, instansi terkait dan laboratorium pendukung, berjumlah 80 orang.

Ilustrasi Jagung

Jagung GMO Lolos Uji Pakan

JAKARTA, KOMPAS – 15 September 2012. Setelah mengantongi sertifikat keamanan pangan, jagung RR NK603 dan jangung Bt Mon89034 hasil rekayasa genetik (GMO) atau transgenik lolos uji keamanan pakan. Dalam sidang pleno pekan lalu, Komisi Kemanan Hayati merekomendasikan Kementrian Pertanian menerbitkan sertifikat kemanan pakan.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Haryono saat dihubungi di Aceh, Jumat (14/9), rekomendasi dari Komisi Keamanan Hayati (KKH) yang menyatakan produk jagung Bt dan jagung RR aman untuk konsumsi pakan sudah diterima Kementrian Pertanian.

“Selanjutnya Kementrian Pertanian menerbitkan sertifikat keamanan pakan dalam bentuk peraturan menteri pertanian,” ujar Haryono.

Kepala Balai Besar Biogen pada Badan Litbang Pertanian Karden Mulya menambahkan, keputusan terkait dengan penerimaan pengajuan uji keamanan pakan oleh KKH dilakukan dalam sidang pleno, pekan lalu.

Dengan begitu, jagung hasil rekayasa genetik Roundup Ready/RR NK603 dan jagung Bacillus thuringensis/BtMon89034 dinyatakan aman untuk konsumsi pakan.

Corporate Affairs Lead PT Monsanto Indonesia Herry Kristanto mengatakan, pada Februari 2011 jagung Bt dan jagung RR mendapatkan sertifikat keamanan pangan. Dengan demikian, kedua produk tersebut dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Koordinator Aliansi untuk Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko mengatakan, lolosnya uji keamanan pangan dan pakan itu kembali mengulang kesalahan uji kapas transgenik Bt.

Tidak diterapkan prinsip kehati-gatian dan partisipasi publik. “Pemerintah tidak melindungi rakyatnya, tetapi malah berpihak pada perusahaan multinasional yang hanya mencari untung,” katanya.

Mestinya uji keamanan pangan dan pakan harus dilakukan sebelum dan sesudah pemasaran. Tejo menegaskan, keputusan untuk meloloskan GMO ini terlalu prematur dan hanya berdasarkan hasil laporan dan prinsip kesepadanan yang menganggap jagung Bt itu sama dengan jagung biasa.

Sementara iyu, Hermanu Widodo, peneliti Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, mengingatkan penggunaan produk rekayasa genetika pada areal pertanian belum memikirkan soal pemberdayaan dan nasib petani. Produk transgenik yang dihasilkan pabrik bisa membuat petani mengalami ketergantungan.

“Berpotensi terjadi penguasaan barang oleh (perusahaan) multinasional”,ucapnya. Dijelaskan, bukan hanya benih, melainkan juga produk-produk ikutan seperti herbisida pun akan didesain berasalo dari produksi pabrik itu.

Labih lanjut, ia pun mengingatkan dampak pelepasan produk transgenik pada ekologi bisa tampak dalam waktu panjang. Semisal sebuah kapas yang dirancang mematikan ulat yang memakannya. (ICH/MAS)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/09/15/02505938/jagung.gmo.lolos.uji.pakan

Sosialisasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (PRG)

Kementerian Lingkungan Hidup (Asdep Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan) bekerjasama dengan Bapedalda Provinsi Sumatera Utara telah menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (PRG) di Medan Sumatera Utara pada tanggal 13 September 2012. Dalam acara ini mengundang beberapa narasumber yaitu Dr. Satya Nugraha; Dra. Daisy Joyce Djohor, MEng; Sugeng Harmono, SHut MSi; Bambang Nooryanto, SP.

Sosialisasi bertujuan untuk untuk memberikan pemahaman tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik dan sertifikasinya. Peserta berasal dari semua sektor terkait di tingkat provinsi (Bappeda, Bapedalda, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan POM, Badan Karantina), instansi lingkungan hidup kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara, Organisasi non pemerintah, Perguruan Tinggi (pusat studi lingkungan/biologi/pertanian), kalangan penangkar benih, pemerhati lingkungan dan media massa.

Training Workshop Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik

Kementerian Lingkungan Hidup (Asdep Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan) telah menyelenggarakan Training Workshop Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik. Acara ini diadakan di Hotel Novotel, Golf Estate Bogor Raya, Bogor pada tanggal 30-31 Juli 2012. Tujuan pelaksanaan Pelatihan adalah untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan Pengkajian Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik.

Dalam Training Workshop ini mengundang beberapa narasumber yaitu Dr. Makariem Wibisono; Dra. Nus Nuzulia Ishak; Ir. Antung Deddy Radiansyah, M; Prof. Dr. Andi Trisyono, MSc; Prof. Dr. Umar Anggara Jenni; Dr. Agus Setyarso. Peserta Pelatihan adalah anggota Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (TTKH PRG)

Pelatihan Pengadministrasian Permohonan Sertifikasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (PRG)

Kementerian Lingkungan Hidup (Asdep Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan) telah menyelenggarakan Pelatihan Pengadministrasian Permohonan Sertifikasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (PRG). Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2012, bertempat di Hotel Novotel, Golf Estate Bogor Raya, Bogor.

Tujuan pelaksanaan Pelatihan adalah mengembangkan pemahaman dan kemampuan dan profesionalitas terkait penanganan permintaan dan informasi Produk Rekayasa Genetik (PRG). Hasil yang diharapkan dengan pelatihan ini adalah berupa peningkatan kapasitas Sekretariat Tim Teknis Keamanan Hayati dalam menangani permintaan dan informasi PRG sesuai aturan dan kebutuhan semua pihak. Peserta Pelatihan adalah Anggota Sekretariat KKH yang terdiri dari Sekretariat TTKH Bidang Lingkungan, Bidang Pangan dan Bidang Pakan masing-masing 4 orang (total 12 orang) dan 3 orang peserta yang mewakili Kementerian Pertanian, dan 5 orang dari perwakilan BKKH sehingga jumlah peserta total adalah 20 orang.